Rasanya
sudah begitu lama aku berjalan.
Cuaca
teramat terik, matahari seolah tak pernah bergerak satu inci pun; seperti
menikmati perannya untuk membakar kulitku. Sejauh mata memandang, yang kulihat
hanya hamparan tanah tandus; di mana tak ada satu flora pun yang sanggup
tumbuh.
Kerongkonganku
begitu kering, nyaris robek karena haus yang sangat. Ingin rasanya menangis,
bahkan menjerit; kurasa hanya aku satu-satunya makhluk yang terdampar di tanah
ini. Tapi sepertinya dehidrasi akut membuat air mata tak kunjung mengalir dari
mataku. Dan aku terlalu letih untuk sekedar berbicara. Perjalanan ini terlalu
panjang.
Langkahku
yang kian gontai akhirnya terhenti. Aku ambruk mencium bumi.