Ibu...
kata itu begitu merdu
melantun di kedalaman hatiku
Ibu...
dalam marah, lelah, dan kecewamu pun
kau masih mengasihiku
cintamu seolah tanpa syarat
sayangmu pada anakmu
tak pernah tergerus waktu
tak ada yang bisa mengurangi
atau pun menambahkan cintamu pada anakmu
cintamu mengabadi
menyelimuti rapuhku...
melipur laraku...
Ibu...
takkan pernah ada yang bisa menggantikan sosokmu
takkan pernah ada yang bisa menggeser tempatmu
di hatiku
kau telah membelinya tunai
saat mempertaruhkan nyawamu di sebuah ruang
yang didominasi warna putih
dan kau membangun singgasanamu dengan megah
di tempat yang telah kau beli tunai itu
saatsaat dengan sepenuh hati
kau menjadi sahabat yang paling peduli
Ibu...
aku menggigil dan nyaris mati beku
saat aku memikirkan...
jika kau tak ada lagi di sisiku
mungkin duniaku pun akan berhenti berputar
Ibu...
Kau anugerah terbesar dari Allah
untukku
dan aku selalu mensyukuri itu
Perumnas II - Tangerang,
Senin, 29 - 11 - 2010
kata itu begitu merdu
melantun di kedalaman hatiku
Ibu...
dalam marah, lelah, dan kecewamu pun
kau masih mengasihiku
cintamu seolah tanpa syarat
sayangmu pada anakmu
tak pernah tergerus waktu
tak ada yang bisa mengurangi
atau pun menambahkan cintamu pada anakmu
cintamu mengabadi
menyelimuti rapuhku...
melipur laraku...
Ibu...
takkan pernah ada yang bisa menggantikan sosokmu
takkan pernah ada yang bisa menggeser tempatmu
di hatiku
kau telah membelinya tunai
saat mempertaruhkan nyawamu di sebuah ruang
yang didominasi warna putih
dan kau membangun singgasanamu dengan megah
di tempat yang telah kau beli tunai itu
saatsaat dengan sepenuh hati
kau menjadi sahabat yang paling peduli
Ibu...
aku menggigil dan nyaris mati beku
saat aku memikirkan...
jika kau tak ada lagi di sisiku
mungkin duniaku pun akan berhenti berputar
Ibu...
Kau anugerah terbesar dari Allah
untukku
dan aku selalu mensyukuri itu
Perumnas II - Tangerang,
Senin, 29 - 11 - 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar